donor darah -

Palang Merah Indonesia
Cabang DKI Jakarta mengajak
warga Jakarta untuk
menjadikan donor darah
sebagai gaya hidup.
Mendonorkan darah bukan
sekadar tindakan tanggap
darurat atau aktivitas sosial,
tapi juga wujud kebiasaan
hidup sehat.
"Sebagaimana sering
dikatakan Pak JK (Ketua PMI
Pusat Jusuf Kalla, red ), donor
darah seharusnya menjadi
lifestyle masyarakat karena
punya banyak manfaat bagi
kesehatan," kata Kepala Unit
Transfusi Darah Daerah PMI
DKI Jakarta Salimar Salim
dalam acara donor darah
Asosiasi Big Generation
Silverians 86 di Kantor PMI,
Senen, Jakarta Pusat, Minggu
(9/10 /2011).
Ia menjelaskan, bagi banyak
orang, donor darah hanya
dilakukan saat ada sanak
keluarga atau kerabat
membutuhkan darah. Ada
juga orang yang
menyumbangkan darahnya
pada saat diadakan kegiatan
kelompok atau lembaga
tertentu. "Inisiatif pribadi
untuk menjadi pendonor
rutin masih terbatas
jumlahnya," kata Salimar.
Mantan Kepala RS Haji
Jakarta itu mengatakan, ada
banyak manfaat bagi
kesehatan pribadi di balik
aksi donor darah. Saat kita
mengeluarkan darah, tubuh
akan langsung memproduksi
darah baru yang lebih bersih
dan stabil kadar zat besinya.
Manfaat lain adalah
mengurangi gangguan
penyakit jantung dan
mengurangi beban ginjal.
Pendonor rutin juga secara
tidak langsung sudah
memeriksakan kesehatannya
secara teratur karena kondisi
kesehatan dan darah
pendonor akan ikut diperiksa
oleh petugas.
Salimar berharap para
pendonor yang mendapatkan
pengetahuan kesehatan dari
petugas itu dapat berbagi
informasi dengan warga lain
untuk memotivasi mereka
dalam kegiatan donor darah.
Saat ini jumlah permintaan
darah ke PMI DKI Jakarta
mencapai 1.100 kantong per
hari. Dalam kondisi normal di
luar bulan Ramadhan, PMI
Jakarta mampu memenuhi
kebutuhan tersebut melalui
donor langsung sekitar
200-300 kantong per hari.
"Kita juga dapat dari
kendaraan transfusi yang
bergerak ke sana-kemari,
bisa sampai 800 kantong,"
ujarnya.
Meski demikian, ia berharap
jumlah pendonor rutin akan
terus bertambah demi
memenuhi kebutuhan
darurat yang sulit diprediksi
jumlahnya.